Jumat, 25 Oktober 2019

Lose You To Love Me - Selena Gomez

You promised the world and I fell for it
I put you first and you adored it
You set fires to my forest
And you let it burn
Sang off key in my chorus
Cause it wasn’t yours
I saw the signs and I ignored it
Rose colored glasses all distorted
You set fire to my purpose
And I let it burn
You got off on the hurtin’
When it wasn’t yours
We’d always go into it blindly
I needed to lose you to find me
This dancing was killing me softly
I needed to hate you to love me

To love love yeah
To love love yeah
To love yeah
I needed to lose you to love me
To love love yeah
To love love yeah
To love yeah
I needed to lose you to love me
I gave my all and they all know it
You tore me down and now it’s showing
In two months you replaced us
Like it was easy
Made me think I deserved it
In the thick of healing
We’d always go into it blindly
I needed to lose you to find me
This dancing was killing me softly
I needed to hate you to love me

To love love yeah
To love love yeah
To love yeah
I needed to lose you to love me
To love love yeah
To love love yeah
To love yeah
I needed to lose you to love me
You promised the world and I fell for it
I put you first and you adored it
You set fires to my forest
And you let it burn
Sang off key in my chorus-

To love love yeah
To love love yeah
To love yeah
I needed to hate you to love me
To love love yeah
To love love yeah
To love yeah
I needed to lose you to love me
To love love yeah
To love love yeah
To love yeah

And now the chapter is closed and done
And now it’s goodbye
It’s goodbye for us


Jumat, 22 Maret 2019

Aku belum dewasa

Usiaku saja yang sudah menjulang, tapi aku belum dewasa.
Belum menerima kepergian,
Belum menerima kehilangan,
Belum menerima kekalahan,
Dan
Aku juga belum menerima kenyataan bahwa sebenarnya aku sampai saat ini hanya seorang diri.
Setelah aku ingat kembali
Dahulu, kala itu.
Aku mungkin terlalu memaksa keadaan, terlalu bersemangat, dan yang paling ekstrim adalah terlalu berharap.
Hingga pada akhirnya aku berada di titik yang jatuh, jauh, juga pilu.
Karena apa, karena ulahku sendiri.
Ulahku yang terus menerus memaksakan hati yang sejatinya bukan untukku.
Hanya singgah, tapi aku kalah dengan menyikapinya panuh dengan rasa.
Aku salah, rasa yang aku miliki ini adalah asa asa yang ada di hati, yang akan menebar saat waktunya tiba dengan penuh keramahan dan (keutuhan cinta).
Tapi tetap saja aku salah,
Aku tidak bisa membuatnya mencintaiku.
Dan, lagi lagi aku kalah.
Mementingkan egoku.
Memaksakan kehendak.
Lagi lagi aku egois.
Lagi lagi aku salah.
Bahkan dalam urusan mencintai pun aku salah.
Aku belum dewasa. Karena aku manusia paling egois.

Selasa, 12 Maret 2019

Merindu Pagi pada Senja

Menjelang sore dan menanti senja saat itu.
Tak ada kegundahan dalam diri bahwa aku sedang dimana dan dengan siapa.
Apakah aku aman saat itu? 
Apakah aku bahagia kala itu?
Apakah kesehatanku baik-baik saja?
Apakah keuanganku selalu cukup?
Atau apakah aku masih bisa makan kala itu?

Semua tidak pernah terpikirkan, yang aku rasakan adalah kebahagiaan. Entah bahagia dengan alam dan bersamanya, atau bahagia jauh dari hiruk pikuk kota yang menggerahkan.

Sangat harmoni, ketika ketabahanmu, ketangguhanmu, dan semangatmu bersama orang yang penuh keegoisan ini. Aku merasa benar-benar di cintai olehnya. 

Oleh siapa? Oleh seseorang yang selalu menanti menjelang sore, dan dengan siapa?
Dengan aku yang selalu merindukan pagi.

Aku rindu, sungguh aku rindu kebersamaan denganmu. 

Rasanya jiwa dan raga ini mengawang-awang di atas langit yang masih tetap sama.

Apa kabar sang gatot kaca yang selalu kuat dan tangguh? 
Aku selalu merindukanmu. 
Walaupun jarak berada di depan mata, tapi hatimu saat ini tak lagi sama.

Aku masih sedang menggila menemani sunyi dan merindukan pagi.

Kamis, 28 Februari 2019

Selamat Ulang Tahun


Aku sedang menebak-nebak, kira-kira prosesi apa yang tengah kamu siapkan.

Kamu selalu tergila-gila pada prosesi.

Segala sesuatu harus dihantarkan dengan sempurna dan terencana. 

Perayaraan dan peringatan menyesaki kalender kita, sepanjang tahun. 

Dan tidak pernah bosan bahkan kamu semakin ahli. 

Malan ini kamu menantangku berhitung dengan stopwatch.

Telponku akan berdering tepat setengah jam lagi.

Sambil menunggu ijinkan aku berkelakar tentang kamu dan saya.

Sejak kepindahanku ke negara lain, kamu selalu terobsesi dengan segala makhluk bersayap.

Aku ingin percaya, 

Wahai waktu ada selamat ulang tahun yang harus tiba tepat waktunya. 

Ku sedia, ku terjaga menantimu.

Dengan caramu mengagumkan momentum kamu membuat aku ikut percaya.

Betapa sakralnya peluk cium 14 februari atau tiupan tahun baru yang harus tepat pukul 00.00.

Namun iman ku pada arena itu luruh dalam 1 malam.

Lihat detik itu, jarum jam itu momentum yang tidak lagi berarti di titik pertama kamu lupa mengucapkan ulang tahun.

Harusnya ini sudah terjadi 5 menit yang lalu.
5 menit yg lalu.

Aku tidak tahu kemalangan jenis apa yang menimpa kamu hingga kamu tidak bisa menghubungiku.

Mungkin matahari lupa ingatan, lalu keasikan terbenam hingga terlambar terbit.

Kiamat harus menyiapkan tanda-tanda baru, bila masih ingin menjadi hari yang di antisipasi, dengan misal mengadopsi absurditas yang terjadi malam ini.

Suatu waktu nanti saat kamu berhenti percaya bahwa manusia bisa punya sayap.

Kemarin besok lusa atau hari-hari sesudah itu aku masih disini menuggu kamu.

Mundurlah wahai waktu ada selamat ulang tahun yang tertahan yang harusnya tiba tepat waktu.

Dan rasa cinta yang selalu membara.

Kusedia, ku terjaga , menantimu.