Selasa, 12 Maret 2019

Merindu Pagi pada Senja

Menjelang sore dan menanti senja saat itu.
Tak ada kegundahan dalam diri bahwa aku sedang dimana dan dengan siapa.
Apakah aku aman saat itu? 
Apakah aku bahagia kala itu?
Apakah kesehatanku baik-baik saja?
Apakah keuanganku selalu cukup?
Atau apakah aku masih bisa makan kala itu?

Semua tidak pernah terpikirkan, yang aku rasakan adalah kebahagiaan. Entah bahagia dengan alam dan bersamanya, atau bahagia jauh dari hiruk pikuk kota yang menggerahkan.

Sangat harmoni, ketika ketabahanmu, ketangguhanmu, dan semangatmu bersama orang yang penuh keegoisan ini. Aku merasa benar-benar di cintai olehnya. 

Oleh siapa? Oleh seseorang yang selalu menanti menjelang sore, dan dengan siapa?
Dengan aku yang selalu merindukan pagi.

Aku rindu, sungguh aku rindu kebersamaan denganmu. 

Rasanya jiwa dan raga ini mengawang-awang di atas langit yang masih tetap sama.

Apa kabar sang gatot kaca yang selalu kuat dan tangguh? 
Aku selalu merindukanmu. 
Walaupun jarak berada di depan mata, tapi hatimu saat ini tak lagi sama.

Aku masih sedang menggila menemani sunyi dan merindukan pagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar